Selasa, 08 Maret 2011

pasangan dan kebahagiaan

Edit
pasangan dan kebahagiaan....
by Paramita Oktaviana Sakti on Tuesday, November 23, 2010 at 8:43am

Salah memasak nasi menjadi bubur, menyesal seharian. Salah memotong rambut, menyesal sebulan. Salah mengerjakan soal ujian, menyesal setahun. Salah memilih pasangan hidup, menyesal seumur hidup. Itu yang saya baca di wall sebuah grup yang entah kenapa menarik hati saya untuk mengingatnya. Hmm, salah memilih pasangan hidup kemudian menyesal seumur hidup, sepertinya memang benar adanya. Buat apa memiliki pasangan yang tidak bisa membahagiakan kita, yang ada malah penyesalan yang berkelanjutan dan tidak ada habisnya.



Apa sih yang kita cari dalam hidup ini selain kebahagiaan? Kalau kita punya banyak uang, punya posisi terbaik dalam dunia karier tetapi kita kesepian, kita selalu sedih, tidak bahagia, semuanya itu hanyalah sia-sia. Kita tidak bisa menyamakan kebahagiaan orang lain dengan kebahagiaan kita sendiri. Mungkin kita lihat, seorang tukang sampah memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia meskipun mereka hidup pas-pasan. Dia memiliki istri yang bisa selalu membuatnya bersyukur, tidak pernah mengeluh akan kekurangannya dan selalu berusaha membantu menyejahterakan keluarga dengan penghasilan suaminya yang pas-pasan. Apa jadinya kalau sang istri bisanya hanya selalu menuntut yang berlebih, mungkin tukang sampah ini tidak pernah bisa bahagia, yang ada hanyalah stress berkepanjangan menghadapi istrinya.



Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan memberikan kita pasangan hidup yang tepat untuk kita. Tuhan akan memberikan kita yang terbaik apabila kita juga mau berusaha menjadi individu yang baik dan berkualitas. Jadilah pasangan yang terbaik untuk pasangan anda kelak. (ini renungan habis belajar manajemen pemasaran, semoga presentasi hari ini lancar, SUKSES SELALU! GBU.....)

http://www.facebook.com/note.php?note_id=459798628779

Tidak ada komentar:

Posting Komentar