Sabtu, 25 September 2010

PEREMPUAN

perempuan yang kuat berlatih setiap hari untuk menjaga tubuhnya, namun perempuan dengan jiwa yang kuat berdoa dengan berlutut agar jiwanya terpelihara..........
Perempuan yang kuat tidak pernah takut akan segala sesuatu, namun perempuan dengan jiwa yang kuat menunjukkan keberanian ditengah ketakutan............
Perempuan yang kuat tidak memperkenankan orang lain untuk mendapatkan yang terbaik dari dirinya, namun perempuan dengan jiwa yang kuat memberikan yang terbaik dari dirinya untuk orang lain............
Perempuan yang kuat berani berjalan jauh tanpa alas kaki, namun perempuan dengan jiwa yang kuat mengetahui bahwa Tuhan akan mendukungnya bila dia jatuh..............
Perempuan yang kuat mencerminkan percaya diri di wajahnya, namun perempuan dengan jiwa yang kuat mencerminkan kasih sayang...............
Perempuan yang kuat percaya bahwa ia cukup kuat untuk suatu perjalanan jauh, namun perempuan dengan jiwa yang kuat percaya bahwa di dalam perjalananlah ia akan menjadi kuat!

Senin, 13 September 2010

BAKAT

Setiap orang diciptakan dengan bakat yang berbeda-beda. Ada yang di bidang musik, tari, olahraga, atau apapun itu. Sebagian anak yang sadar akan bakatnya cenderung sering melakukannya sebagai hobi en' bisa dikatakan bagus meskipun dia tidak mengikuti les atau semacamnya. Well, sebagian orangtua yang sadar akan bakat anaknya biasanya akan mengikutkan anaknya pada kursus atau les tertentu sesuai dengan bakat anaknya. Akan tetapi yang sering aku perhatikan, belum tentu setiap orang tua sadar betul akan bakat yang dimiliki anaknya. Dan ada juga yang salah mengarahkan anaknya karena mereka pikir mengikutkan anaknya pada les tertentu akan lebih bermanfaat pada anaknya. Ternyata anak mereka ikut les itu hanya terpaksa dan setengah hati aja, kalau begitu bukannya sang orangtua hanya membuang-buang uang saja?
Sebagai contoh, aku punya seorang teman les pelajaran waktu SMA dulu, aku melihat dia punya bakat di bidang tulis menulis, for example : cerpen, novel, dkk. Tapi orangtuanya memaksa dia untuk les piano dari kecil. Memang dia bisa main piano, tapi untuk ukuran waktu belajar yang lama, dia masih biasa saja. Bakat tulis-menulisnya tidak pernah ia kembangkan, dia sering menulis sesuatu di laptopnya tapi hanya untuk konsumsi pribadi aja.
Aku pikir, kasihan juga anak itu. Yang aku herankan kenapa dia nggak bilang ke orangtuanya? ternyata dia punya pikiran ingin menyenangkan hati orangtuanya. Buat aku, itu suatu kesalahan terbesar.
Jujur aku juga pengen mengembangkan bakat dan minatku yang satu ini, PIANO, aku dari dulu pengen banget les piano, tapi ga pernah ada waktu untuk les, semua waktu habis untuk les n kegiatan yang lain. Dengan terpaksa aku belajar sendiri dirumah, guruku namanya BUKU ^_^, yah seperti orang lain bilang, learning by doing, aku juga sering lihat orang2 main piano, jadi dikit dikit gitu deh belajarnya, ehehehee....
Orangtuaku sih juga tahu, mereka juga agak bingung waktu aku mencet mencet tuts itu, kok aku bisa gitu, ya mereka cukup seneng sih, apalagi waktu aku sambil nyanyi..
Aku pikir, orangtua pasti akan seneng ketika bakat anaknya berkembang dengan baik, apapun itu (asal yang positif dan memberikan pengaruh yang baik buat perkembangan)..

SO,

KEMBANGIN BAKATMU SEKARANG JUGA, OK!!

jangan sampai ketika tua kamu menyesal tidak mengembangkan bakatmu ^_^
isi masa mudamu dengan hal-hal yang positif, jangan cuma buang buang uang orangtuamu untuk hal-hal yang nggak perlu meskipun orangtuamu adalah konglomerat..
buat apa sih kesenangan n harta duniawi kalo pas kamu meninggal gak akan bisa kamu nikmati?
buatlah hidupmu berguna buat orang lain, dan juga membahagiakan keluargamu..
God Bless U

^_^

Sabtu, 11 September 2010

Sebuah Inspirasi

Jangan pernah berkata "percuma aku berbuat baik karena tidak ada hasilnya untukku"...perbuatan baik mungkin tidak menghasilkan sesuatu untuk kita, namun mungkin memberikan sesuatu kepada orang lain yang sedang membutuhkannya..

Sedikit namun......
Seberkas sinar matahari mampu memberikan kehangatan, namun bila berlebih dapat membakar kulit.
setetes air dapat memberikan kesegaran dan kelegaan, namun bila berlebih dapat mengakibatkan banjir.
sebentuk cinta dapat memberikan kehangatan dan kesegaran, namun bila berlebih efeknya akan dahsyat, ia akan membakar hati yang beku dan mampu membanjiri hati yang tandus yang akhirnya menumbuhkan cinta yang lain untuk dibagikan. Berbagi cinta dengan hati walau hanya sedikit akan lebih berarti ketimbang memberi banyak cinta TANPA HATI..
.....................

Aku berbuat baik bukan untuk mendapatkan imbalan atau pujian. Aku berbuat baik bukan karena takut akan kiamat. Aku berbuat baiik bukan karena takut akan neraka dan bukan karena ingin masuk Surga. Aku berbuat baik bukan karena diminta atau dipaksa oleh orangtua atau lembaga. Aku berbuat baik karena DIA terlebih dahulu mengasihiku tulus. Aku berbuat baik karena DIA telah menerimaku apa adanya. Aku berbuat baik karena DIA telah mengharapkan balas jasa dariku..
Maka....
Aku berbuat baik, berbagi kasih kepada sesama dan lingkunganku karena aku MENCINTAI dengan TULUS SEPERTI DIA yang tulus mencintaiku...

(diambil dr panduan misa tanggal 15 Nov 2009)

Jumat, 10 September 2010

UNTUK CALON AYAH

Seperti biasa, Sabtu sore itu Ahmad, Manager sebuah perusahaan swasta terkemuka di kawasan jalan Sudirman Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Amanda, putri pertamanya yang baru duduk di kelas 5 SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Ko belum tidur...?" Sapa Ahmad sambil mencium anaknya. Biasanya Amanda memang sudah terlelap ketika ia pulang, dan baru terjaga ketika akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti ayahnya menuju ruang keluarga, lalu Amanda berucap, "Manda tunggu ayah pulang, sebab Manda mau nanya sesuatu".
"Apa itu ?" jawab Ahmad sambil berlalu.
"Emm...berapa sih gaji Ayah..??" cetus Amanda.
"Lho tumben, kok nanya gaji Ayah ? tugas dari sekolah ya ?, makin aneh saja tugas dari gurumu". Amanda cuma menggeleng.
"Ooo.., pasti Manda lagi ingin sesuatu ya..? Mau minta apa sih nak ? sampai mau tahu gaji Ayah segala?, nanti Ayah belikan, khan semua uang yang Ayah cari buat Manda, anak kesayangan Ayah", jawab Ahmad diplomatis.
"Enggak kok, pengen tahu aja" ucap Manda singkat.
"Ok.., gaji Ayah Rp. 5.500.000,- itu untuk 22 hari kerja dan 10 jam sehari, terus kalau Ayah hari Sabtu masuk kantor dapat tambahan 300.000 rupiah," jawab Ahmad panjang lebar.
"Oo...ehm..kalau Ayah pulang malam sama saja ya Yah ?" lanjut Manda.
"Anak Ayah memang pintar !, kalau Ayah pulang malam, itu namanya kerja lembur, Ayah mendapat tambahan lagi 100.000 rupiah. Jadi Manda bisa menghitung khan.., berapa kita mendapat uang selama sebulan ?" kata Ahmad.
Amanda berlari mengambil kertas dan pensilnya di meja belajar, kemudian terlihat menghitung dan menulis sesuatu. Sementara Ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi, kegiatan rutinnya sambil menunggu kantuk.
Ahmad beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, ketika Manda berlari mengikutinya, "Berarti Ayah digaji 25.000 rupiah satu jam kalau hari Senin sampai Jum'at, dan 30.000 rupiah kalau hari Sabtu ya ? katanya.
"Wah, hebat...!!! Sudah, sekarang cuci kaki, terus tidur ya!" perintah Ahmad, tetapi Manda tidak beranjak. Sambil menyaksikan Ayahnya berganti pakaian dia kembali bertanya, "Ayah, Manda boleh meminjam uang Ayah 5.000 rupiah..?
"Sudah ah, tidak usah macam-macam lagi, buat apa minta uang malam-malam begini ?, Ayah capek, mau mandi dulu, tidur sana..!"
"Tapi Ayah..." rengek Manda bertahan
"Ayah bilang tidur!" hardik Ahmad dengan agak keras.
Manda tampak terkejut dan diapun masuk kamar sambil tertunduk.
Usai mandi, Ahmad nampak menyesali hardiknya. Ia-pun menengok Manda di kamar tidurnya. Didapatinya anak kesayangannya itu belum tidur dan sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang beberapa lembar uang 1.000-an kucel di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Ahmad berkata, "maafkan Ayah nak, Ayah sayang sekali sama Manda. Tapi buat apa sih minta uang malam- malam begini ? kalau mau beli mainan besok khan bisa. Jangankan cuma 5.000 rupiah, lebih pun Ayah beri" ujar Ahmad.
"Ayah, Manda tidak minta uang, Manda hanya pinjam, nanti Manda kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama sepekan".
"Iya.., tapi buat apa ? tanya Ahmad lembut.
"Manda menunggu Ayah dari jam 8 pagi, karena Manda kan libur hari ini. Manda mau minta Ayah ajari Manda main ular tangga, teman Manda di sekolah sudah bisa semua, tiga puluh menit saja. Ibu bilang kalau waktu Ayah itu berharga, jadi Manda mau ganti waktu Ayah".
Amanda berhenti sebentar sambil membuka tangannya, dia melanjutkan "tadi Ayah bilang kalau hari Sabtu Ayah digaji Rp.30.000,- satu jam, Manda buka tabungan Manda, sisa uang jajan, hanya Rp.10.000,- padahal Manda khan perlu Rp.15.000,- untuk setengah jam, jadi kan kurang Rp.5.000,- makanya Manda pinjam dari Ayah" kata Manda.
Ahmad pun terdiam. Dia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Kalimat Manda tadi bagaikan sembilu mengiris hatinya, dia baru menyadari ternyata harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
________
Bagaimana dengan kita ?
sudahkah kita berikan hak-hak anak kita..?
sudahkah kita menjadikannya teman bermain dan teman belajar, memberikan cinta dan sayang, dst...?
Ataukah dengan segala macam dalih kita dengan leluasa menghabiskan waktu di luar, dengan alasan bisnis, urusan umat, atau bahkan sekedar refreshing, bertemu dengan teman-teman lama, sementara anak kita yang selama satu pekan penuh bersama orang lain, menunggu sentuhan tangan dan hati kita.
Mereka ingin berbagi cerita keberhasilan mereka dan mengadu kesulitan mereka, dengan penuh harap agar kita bisa apresiasi apapun keadaan mereka. Bahkan mungkin menjadi solusi bagi masalah mereka, sekecil apapun itu.
Ingat.., mereka butuh orang tua, bukan harta.
mereka butuh orang tua, bukan toko mainan.
mereka butuh orang tua, bukan lembaga-lembaga kursus ataupun guru-guru les/privat
mereka butuh orang tua, bukan pembantu ataupun penjaga anak
mereka butuh orang tua, bukan tempat penitipan anak
Ibu & Bapak adalah sekolah pertama bagi anak. Berikanlah kurikulum terbaik untuk anak-anak Anda.
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya

silahkan pilih..

ini aku kopi paste, mudah2an bisa menginspirasi :)

Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab :

Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah Bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat.

Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian Bis satu-satunya di daerah itu. Di perhentian Bis itu Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan Bis :

- Seorang NENEK TUA yang sekarat
- Seorang DOKTER yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
- Seseorang yang selama ini menjadi IDAMAN HATI Anda dan akhirnya Anda temukan

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda, siapakah yang akan Anda ajak ? Dan jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu.

Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang. Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi kalo dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu khan. Namun,kita tidak akan pernah tau kapan kita mendapatkan kesempatan itu lagi.

Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan impian Anda akan kandas selamanya.Jadi yang mana yang Anda pilih ?

Untuk direnungkan :

Dari 2000 an orang pelamar HANYA 1 ORANG yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat :

Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan Sang idaman hati saya untuk menunggu Bis kembali menolong kami...

Ya.. jawaban diatas adalah jawaban yang terbaik bukan? tapi kenapa sebagian besar hal tersebut tidak kita pikirkan sebelumnya ?? Apakah karena kita terbiasa dengan TIDAK MAU UNTUK MELEPAS apa yang sudah kita dapatkan ditangan dengan susah payah.
Dan bahkan berusaha meraih lagi sebanyak-banyaknya?

Terkadang dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar..

Senin, 06 September 2010

SAYA BELAJAR...........

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain
mencintai saya.
saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang
yang saya cintai..

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun
untuk membangun kepercayaan dan hanya
beberapa detik saja untuk menghancurkannya....

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya
dapat melakukan banyak hal dan kami selalu
memiliki waktu
terbaik...

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira
adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan
semangat hidup saya kembali serta
orang yang begitu perhatian pada saya...

Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seperti yang saya inginkan,
bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya....
dan untuk itu saya harus memaafkannya...

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri
dan orang lain...
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah
terus-menerus...

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang
saya telah lakukan..

Saya belajar
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda...

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di
dunia ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan,
kecuali saya ingin sakit hati...

Saya belajar
bahwa saya harus memilih
apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan
emosi itu yang
menguasi diri saya...

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan
berarti
saya harus benci dan berlaku bengis....

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat
perpisahan dengan
orang yang saya cintai...

Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering
diambil segera
dari kehidupan saya...

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar dari kesalahan yang
pernah saya lakukan dan hidup untuk masa depan,
bukan terus-menerus melihat ke masa lampau..

Saya belajar,
bahwa cinta itu memberi dan mengerti tanpa harus
diberi dan dimengerti..

Saya belajar,
bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai
dengan apa yang kita butuhkan, dan kita harus
berlapang dada menerimanya..

Saya belajar,
bahwa keluarga saya adalah harta terbesar yang
saya punya..

Saya belajar,
bahwa saya harus tidak boleh berhenti tuk belajar...

(dari milis kampung sebelah...)
(copas dari motivasi dan inspirasi)

Sabtu, 04 September 2010

FORGIVING PEOPLE WHO HAVE HURT US

sebelumnya aku udah pernah nulis ini di notes FBku, inipun cuma kopi paste dari FB, aku pengen nge-share sekali lagi, barangkali bermanfaat buat temen-temen meskipun tulisannya cuma sedikit, selamat membaca..

Some of the incidents may hurt so much that it's not easy for us to forgive the offenders. Clinging to anger won't do us any good. If you forgive someone, it doesn't mean that you condone his unfair treatment, so we must forgive him/her wholeheartedly.. Forgiving has profound benefits, right? pokoknya, jangan sampai kita terlambat memaafkan seseorang yang bersalah pada kita sebelum TERLAMBAT memafkaannya.. maybe, forgive seems to be the hardest word (kayak lagu aja), but u must try and feel the effect, okay?..selamat mencoba, aku dah pernah nyoba kok, :), have a nice dream....

Rabu, 01 September 2010

IRI

sebenernya fungsinya iri tu apa sih? aku masih bingung..
aku pernah iri sama orang karena dia mendapatkan sesuatu yang ingin aku dapatkan (sebenarnya).. tapi setelah aku pikir pikir, iri tuh buat apa? buang buang waktukah? atau untuk apa? ya, iri tu cuma buang buang waktu, dan bikin kotor hati n pikiran.. kenapa kita nggak berusaha aja buat mendapatkan apa yang kita mau?
oya sampe lupa, kenapa kita juga nggak bersyukur dengan apa yang kita punya? mungkin kita masih punya banyak potensi yang perlu digali, tidak perlu menghabiskan waktu untuk iri saja.. memang aku juga pernah iri sama orang, sebut saja mawar (bukan nama sebenarnya)..
si mawar ini tiba tiba mendapatkan sesuatu yang aku juga ingin dapatkan, tapi si mawar sudah memilikinya, tiba-tiba aku merasa iri.. aku jengkel karena dia dapet itu.. waktu udah dirumah, aku baca kitab suci yang pokoknya ttg cemburu (iri sama cemburu aku anggep sama aja lah ) gitu deh intinya, ternyata tu bukan perbuatan KASIH, tu perbuatan jahat, kan kalo kita menanam kejahatan pasti kita bakal menuai kejahatan, dan ogah banget ya kalo aku menuai kejahatan, amit amit deh.. and then, aku memutuskan buat tidak mengulangi yang namanya IRI lagi, karena selain perbuatan jahat, IRI tu juga bikin capek hati, hihihi...
setelah waktu berjalan, aku tahu ternyata ni si mawar iri berat sama aku sejak lama (nah lho kok gitu), menurut dia, aku tu jauh lebih baik daripada mawar, dia nggak suka kalo aku terlihat hebat (hih to, ya ampun).. untung dulu aku ga melanjutkan rasa iriku ke dia ya ntar malah jadi iri-irian, hihihi..
berarti, iri tu nggak ada untungnya sama sekali, emang bener, iri tu tanda ga mampu, ih ogah banget ya kalo aku iri, berarti tandanya aku ga mampu donk, tapi aku percaya kok kalo kita berusaha n usaha kita direstui Tuhan, pasti bisa kok, jadi nggak ada kata tidak mampu!.. kita bisa jauh lebih baik daripada yang kita kira, nggak perlu iri hati, ya kalo iri kan emang manusiawi ya, tapi jangan sampe pikiran kita jadi jahat gitu, jadikan motivasi aja supaya kita berusaha lebih baik, biarkan mereka menikmati rejeki yang Tuhan beri, kita nggak perlu iri, Tuhan tu adil kok, :), have a nice dream, hoahmmmmm.......