Sabtu, 09 Oktober 2010

give me J, give me O, give me M, give me B, give me L, give me O

Terus masalahnya apa kalau udah kejadiannya kayak gini? Apakah dunia akan runtuh? Atau apakah seorang pria bisa melahirkan bayi? Apakah kita makan dari anus? Enggak kan? Dunia masih akan terus berputar, guys! Bayi akan tetap keluar dari rahim seorang wanita. Kita juga masih makan lewat mulut kok. So, masalahnya sebenernya dari pikiran kita sendiri.
Beribu curhatan masalah jomblo (bohong denk, nggak sebanyak itu) sering berkunjung ke telingaku. Kalo menasehati orang yang bisa membuka sedikit pikirannya sih masih oke, tapi bagaimana dengan yang pikirannya segede upil? Kenapa mereka merasa bahwa kalau jomblo itu adalah sebuah situasi yang sangat menyedihkan dan memilukan? Justru menurutku jomblo adalah situasi dimana kita bisa memperbaiki diri kita sebaik mungkin, sesempurna mungkin yang bisa dilakukan seorang manusia biasa.
Jangan cuma terhanyut dalam kesepian yang bisa menghanyutkanmu sampai-sampai kamu tidak merasa bahwa kepalamu terantuk batu dan mengeluarkan darah yang banyak. Selagi kita masih jomblo, ayo kita memperkaya ilmu, menyehatkan badan, mempercantik hati, merawat tubuh,dan melakukan semua kegiatan yang sangat berguna bagi kebaikan kita. Mungkin dikala kita sudah jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya, Tuhan menjatuhkan seseorang yang jatuh hati sama kita dan kita juga jatuh hati sama dia (cieeeee....so sweet ^_^).
So, jangan terpuruk ya kalau kita masih jomblo. Jangan pernah merasa kesepian (meskipun pasti pernah merasa kesepian). Ayo kita cari kesenangan yang positif sebelum kita dimiliki oleh orang lain. Have a nice weekend, Good Morning & GBU ^_^

1 komentar:

  1. setuju banget aku ma tulisanmu ini.. Banyak orang terutama anak2 seusia kita yang merasa "mati" klo lagi jomblo..
    Kalo aku, mending waktu yg digunakan untuk 'Meratapi nasib" mending dicurahin ke kegiatan2 yg sesuai hobi kita n lebih aktif di kegiatan rohani.. Dijamin deh hidup kita lebuh terasa indah, berwarna, dan tanpa beban.... ^_^

    BalasHapus